Hubungi Kami

Bimbingan Belajar Bu Nanang didirikan sejak tahun 2001 sebagai usaha perorangan oleh Ibu Dra. A. Estiworo Yunikengrum yang menjadi pengelola sekaligus pengajar. Selanjutnya lebih akrab disapa dengan menggunakan nama suami beliau yaitu “Bu Nanang”. Bertempat di Perumahan Purwomartani Baru Blok III/68, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Bu Nanang memulai usaha bimbel ini secara privat.

            Berawal dari mendampingi belajar anak pertama beliau, Nurul Hadiqah As-Sa’adah (biasa dipanggil Icha) yang saat itu masih duduk di bangku SD. Bu Nanang selalu mendampingi dan mengajari Icha belajar di rumah sehingga prestasi belajar Icha selalu baik. Semasa SD, Icha selalu mendapatkan peringkat satu di kelas (pernah sesekali peringkat dua). Hal ini terjadi berkat Bu Nanang yang telaten mendampingi Icha belajar di rumah dan mengajari materi yang tidak diterangkan dengan baik di sekolah. Memang Bu Nanang memiliki passion yang besar dalam hal mengajar, karena keluarga besar Bu Nanang juga hampir semuanya merupakan guru.

            Bu Nanang kemudian membuka bimbel privat secara sederhana di rumah. Murid-murid pertamanya berasal dari tetangga sekitar. Mulai dari belajar membaca, berhitung, sampai murid kelas 6 SD yang akan ujian. Brosur les pertama dibuat oleh Pak Nanang dan disebarkan oleh Icha di sekolahnya, SDN Purwomartani. Awal-awal les ini didirikan, muridnya belum banyak karena memang bimbel ini belum memiliki nama, dan juga pada saat itu bimbel privat rumahan belum familiar di masyarakat. Teman-teman sekolah Icha pun kemudian banyak yang mendaftar les karena melihat prestasi Icha di sekolah.

Lama-kelamaan bimbel ini pun berkembang. Murid juga bertambah banyak seiring dengan fasilitas dan manajemen bimbel yang semakin diperbaiki. Tahun 2008, rumah keluarga Bu Nanang pindah sehingga lokasi les ikut pindah. Namun kepindahan ini tidak jauh, masih di perumahan yang sama, yaitu Perumahan Purwomartani Baru Blok IV/96. Di rumah baru ini, ruangan kelas menjadi lebih besar dengan fasilitas meja dan kursi yang sudah menyerupai ruang kelas, dengan papan tulis berukuran besar. Sekitar tahun 2012, Bu Nanang membuat modul belajar sendiri yang diperuntukkan khusus bagi siswa les. Modul disusun sendiri dengan dibantu Pak Nanang dan Icha untuk urusan pengetikan dan mendesain sampulnya. Modul cetakan baru-baru ini juga sudah melibatkan anak kedua Bu Nanang, Ifa, dalam hal pengetikan serta desain dan pencetakan sampulnya.

Walau secara resmi Bu Nanang tidak berprofesi sebagai guru, namun cara mengajar Bu Nanang sangat baik, jelas, dan membuat anak-anak paham dengan mudah. Tidak ada perbedaan dalam mengajari anaknya sendiri dengan anak-anak lain karena memang Bu Nanang sangat tulus ingin mendidik, mengajar, dan membuat anak paham dan menguasai materi pelajaran. Siswa lulusan bimbel pun memiliki prestasi yang baik di sekolah. Cara mengajar Bu Nanang yang tegas juga membentuk siswa menjadi pribadi yang baik. Bu Nanang selalu konsisten menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan kepada siswa-siswanya. Hal ini membuat kepercayaan orang tua murid terjaga sehingga hampir semua murid loyal terhadap Bu Nanang. Para orang tua menitipkan anaknya untuk belajar di sini dari SD sampai SMP, dan jika anak pertama sudah lulus, maka adiknya kemudian juga didaftarkan untuk les di bimbel ini. Banyak juga yang lalu mengajak saudara dan tetangganya, sehingga untuk promosi bisa dibilang kami tidak pernah melakukan promosi secara khusus karena kualitas kami lah yang berbicara dan tersebar dari mulut ke mulut.

Salah satu nilai plus bimbel ini juga adanya persahabatan yang terjalin selama les dan cukup awet. Alumni yang saat ini sudah kuliah maupun bekerja, masih rajin berkomunikasi dan juga cukup sering datang ke rumah untuk bertemu Bu Nanang. Pada akhir tahun 2017, Bu Nanang sakit dan tidak bisa mengajar langsung sehingga les pun dijalankan oleh Icha yang waktu itu sedang persiapan ujian skripsi dan wisuda S1. Namun semua masih dalam pengawasan Bu Nanang. Pertengahan 2018 sakit Bu Nanang menjadi parah dan sempat opname di rumah sakit sehingga kegiatan les terpaksa diliburkan beberapa bulan. Alumni les dari berbagai angkatan bergantian datang menjenguk Bu Nanang. Akhir 2018 kondisi membaik, namun Bu Nanang masih tidak bisa mengajar full seperti dulu. Kondisi ini berlanjut, hingga November 2019. Kadang Bu Nanang masih masuk kelas untuk mengecek anak-anak, memantau prestasi belajar anak-anak, bahkan sampai sebulan sebelum berpulang, Bu Nanang masih menyempatkan membuat soal ulangan untuk anak-anak kelas 5, walau tangannya sudah sangat sulit digunakan untuk menulis.

Bu Nanang menghembuskan nafasnya pada 26 Desember 2019 di RS Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hingga detik terakhirnya, alumni Bimbingan Belajar Bu Nanang masih mengingat Bu Nanang dengan baik, terbukti dari kehadiran mereka saat solat jenazah di masjid dan pemakaman. Banyak sekali yang merasa kehilangan saking berkesannya Bu Nanang dan masa-masa les saat itu. Bahkan sampai saat ini mereka masih mengingat ajaran dan nasehat yang mereka terima saat masih menjadi siswa les.

Sekarang, bimbel dikelola oleh Nurul Hadiqah As-Sa’adah, STP yang biasa dipanggil “Mbak Icha” oleh anak-anak. Bimbel dikembangkan dengan membuka kelas-kelas baru dan juga merekrut beberapa tentor untuk mengampu tiap kelasnya agar tentor dapat fokus memperhatikan perkembangan belajar masing-masing siswa. Walau telah berganti pengelola dan ada pengajar-pengajar baru, namun materi dan metode yang dulu selalu digunakan Bu Nanang tetap digunakan hingga sekarang.